Champions LeagueJuventus FC
Fino Alla Fine (Hingga Akhir).
Posisi
#13
Poin
13
M-S-K
3-4-1
Selisih Gol
14:10
Form
Pertandingan Mendatang
Hasil Terbaru
Skuad Saat Ini
Pemain inti yang membentuk identitas tim musim ini.
Wojciech Szczęsny
Penjaga Gawang · 34 thn · Polandia
Penjaga gawang utama dengan refleks cepat dan pengalaman di level tertinggi, diandalkan di bawah mistar gawang.
Bergabung 2017 · Sebelumnya: Arsenal, AS Roma
🏆 Beberapa kali meraih gelar Serie A bersama Juventus.
Danilo
Bek · 32 thn · Brasil
Bek serbaguna yang bisa bermain sebagai bek kanan atau bek tengah, dikenal karena kepemimpinan dan umpan silangnya.
Bergabung 2019 · Sebelumnya: Real Madrid, Manchester City
🏆 Kapten tim dan anggota kunci lini pertahanan Juventus.
Bremer
Bek · 27 thn · Brasil
Bek tengah tangguh dengan fisik kuat dan kemampuan tekel yang bagus, menjadi pilar di lini belakang.
Bergabung 2022 · Sebelumnya: Torino
🏆 Salah satu bek tengah terbaik di Serie A dalam beberapa musim terakhir.
Federico Chiesa
Penyerang · 26 thn · Italia
Winger cepat dan lincah dengan kemampuan menggiring bola dan penyelesaian akhir yang mematikan, ancaman konstan di sektor sayap.
Bergabung 2020 · Sebelumnya: Fiorentina
🏆 Pencetak gol kunci di Euro 2020 untuk Italia.
Dušan Vlahović
Penyerang · 24 thn · Serbia
Striker tengah dengan fisik kuat, insting gol tajam, dan kemampuan menahan bola yang baik, menjadi ujung tombak serangan.
Bergabung 2022 · Sebelumnya: Fiorentina
🏆 Salah satu pencetak gol terbanyak di Serie A.
Manuel Locatelli
Gelandang · 26 thn · Italia
Gelandang bertahan cerdas dengan jangkauan passing yang luas dan kemampuan membaca permainan yang baik, mengatur tempo di lini tengah.
Bergabung 2021 · Sebelumnya: Sassuolo, AC Milan
🏆 Gelandang kunci Timnas Italia di Euro 2020.
Adrien Rabiot
Gelandang · 29 thn · Prancis
Gelandang box-to-box dengan fisik atletis, kemampuan dribbling, dan tembakan jarak jauh yang solid, sering terlibat dalam serangan.
Bergabung 2019 · Sebelumnya: Paris Saint-Germain
🏆 Pemain penting di lini tengah Juventus dalam beberapa musim terakhir.
Filip Kostić
Gelandang · 31 thn · Serbia
Winger kiri yang energik dengan kemampuan umpan silang akurat dan stamina tinggi, sering membantu pertahanan dan serangan.
Bergabung 2022 · Sebelumnya: Eintracht Frankfurt
🏆 Pemain kunci dalam kesuksesan Eintracht Frankfurt di Liga Europa.
Federico Gatti
Bek · 26 thn · Italia
Bek tengah muda yang menjanjikan dengan kekuatan fisik dan determinasi, sering menjadi pilihan utama di lini belakang.
Bergabung 2022 · Sebelumnya: Frosinone
🏆 Mencetak gol penting dalam beberapa pertandingan Serie A.
Andrea Cambiaso
Bek · 24 thn · Italia
Bek sayap modern dengan kemampuan menyerang dan bertahan yang seimbang, sering memberikan opsi lebar di sisi lapangan.
Bergabung 2022 · Sebelumnya: Genoa
Moise Kean
Penyerang · 24 thn · Italia
Penyerang muda yang kuat dengan kecepatan dan kemampuan finishing, memberikan opsi di lini depan.
Bergabung 2021 · Sebelumnya: Everton, Paris Saint-Germain
🏆 Memiliki beberapa caps untuk Timnas Italia.
Mattia Perin
Penjaga Gawang · 31 thn · Italia
Penjaga gawang cadangan yang andal dengan pengalaman Serie A yang luas, siap menggantikan jika dibutuhkan.
Bergabung 2018 · Sebelumnya: Genoa
Samuel Iling-Junior
Gelandang · 20 thn · Inggris
Winger muda yang menjanjikan dengan kecepatan dan kemampuan dribbling, berpotensi menjadi bintang masa depan.
Bergabung 2020 · Sebelumnya: Chelsea youth
Kenan Yıldız
Penyerang · 19 thn · Turki
Penyerang muda berbakat dengan skill individu tinggi dan visi bermain yang baik, dianggap sebagai talenta masa depan klub.
Bergabung 2022 · Sebelumnya: Bayern Munich youth
🏆 Mulai mendapatkan waktu bermain reguler di tim utama dan Timnas Turki.
Sejarah Klub
Juventus Football Club, yang juga dikenal sebagai Juve, didirikan pada tahun 1897 oleh sekelompok siswa muda di Turin. Awalnya, klub ini bermain dengan seragam berwarna merah muda sebelum beralih ke garis-garis hitam dan putih yang ikonik pada tahun 1903. Juventus memenangkan kejuaraan Liga Italia pertamanya pada tahun 1905, tetapi baru pada tahun 1920-an klub ini mulai membangun dominasinya di sepak bola Italia. Di bawah kepemimpinan keluarga Agnelli, yang mengambil alih kepemilikan klub pada tahun 1923, Juventus memenangkan lima gelar liga berturut-turut dari tahun 1930 hingga 1935, sebuah era yang dikenal sebagai Quinquennio d'Oro (Lima Tahun Emas).
Pasca Perang Dunia II, Juventus terus menjadi kekuatan dominan di Italia. Era 1950-an melihat kedatangan pemain legendaris seperti John Charles dan Omar Sívori, yang membantu klub memenangkan beberapa gelar Serie A. Tahun-tahun 1970-an dan 1980-an juga sangat sukses bagi Juventus, dengan pemain-pemain sekaliber Michel Platini memimpin tim meraih kesuksesan domestik dan Eropa, termasuk gelar Liga Champions pertama mereka pada tahun 1985, yang sayangnya dibayangi oleh Tragedi Heysel.
Era 1990-an dan awal 2000-an kembali membawa Juventus ke puncak sepak bola Eropa, dengan Marcello Lippi sebagai pelatih dan pemain-pemain seperti Alessandro Del Piero, Zinedine Zidane, dan Edgar Davids. Mereka memenangkan Liga Champions kedua pada tahun 1996. Namun, klub ini kemudian menghadapi tantangan besar dengan skandal Calciopoli pada tahun 2006, yang mengakibatkan degradasi ke Serie B dan pencabutan dua gelar liga.
Meskipun demikian, Juventus menunjukkan ketahanan luar biasa. Mereka segera kembali ke Serie A dan memulai era dominasi baru di bawah pelatih-pelatih seperti Antonio Conte dan Massimiliano Allegri, memenangkan sembilan gelar Serie A berturut-turut dari 2011 hingga 2020. Saat ini, Juventus terus bersaing di level tertinggi, berupaya untuk mengembalikan kejayaan Eropa sambil mempertahankan posisinya sebagai salah satu klub terkemuka di Italia.
Gaya Bermain & Filosofi
Secara historis, Juventus terkenal dengan pragmatisme dan soliditas taktisnya, seringkali mengutamakan pertahanan yang kokoh dan efisiensi dalam serangan. Di bawah Massimiliano Allegri, gaya bermain ini seringkali terlihat dengan formasi yang fleksibel, terutama 3-5-2 atau 4-3-3, yang disesuaikan dengan lawan.
Tim ini cenderung bermain dengan struktur yang terorganisir, mengandalkan serangan balik cepat dan memanfaatkan kualitas individu para pemainnya di lini depan. Penguasaan bola seringkali bukan menjadi prioritas utama, melainkan efektivitas dalam mengkonversi peluang dan menjaga disiplin posisi. Filosofi ini menekankan pentingnya pengalaman dan kepemimpinan di lapangan, dengan pemain-pemain senior sering menjadi inti strategi.
Kemenangan Bersejarah
Juventus meraih gelar European Cup pertama mereka setelah mengalahkan Liverpool 1-0 di final yang sayangnya dibayangi oleh Tragedi Heysel.
Juventus mengalahkan Ajax Amsterdam melalui adu penalti di final untuk mengangkat trofi Liga Champions kedua mereka, dengan Fabrizio Ravanelli mencetak gol pembuka.
Juventus bangkit dari ketertinggalan 2-0 untuk mengalahkan rival sengit Fiorentina 3-2 di Serie A, sebuah pertandingan klasik yang menunjukkan semangat juang tim.
Di bawah Antonio Conte, Juventus menyelesaikan musim Serie A 2011-2012 tanpa terkalahkan, menandai dimulainya dominasi sembilan gelar liga berturut-turut.
Meski menjadi underdog, Juventus berhasil mengeliminasi Real Madrid di semifinal Liga Champions, menunjukkan performa tim yang solid dan terorganisir untuk mencapai final.
Trofi & Pencapaian
Liga Domestik
- Serie A: 1905, 1926, 1931, 1932, 1933, 1934, 1935, 1950, 1952, 1958, 1960, 1961, 1967, 1972, 1973, 1975, 1977, 1978, 1981, 1982, 1984, 1986, 1995, 1997, 1998, 2002, 2003, 2012, 2013, 2014, 2015, 2016, 2017, 2018, 2019, 2020
Piala Domestik
- Coppa Italia: 1938, 1942, 1959, 1960, 1965, 1979, 1983, 1990, 1995, 2015, 2016, 2017, 2018, 2021
- Supercoppa Italiana: 1995, 1997, 2002, 2003, 2012, 2013, 2015, 2018, 2020
Kompetisi Eropa
- Liga Champions UEFA: 1985, 1996
- Piala Winners UEFA: 1984
- Piala UEFA: 1977, 1990, 1993
- Piala Super UEFA: 1984, 1996
Trofi Lainnya
- Piala Interkontinental: 1985, 1996
Pemain Legendaris
Alessandro Del Piero
1993-2012
Kapten ikonik dan pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub, simbol kesetiaan dan kejeniusan di lapangan.
Gianluigi Buffon
2001-2018, 2019-2021
Salah satu penjaga gawang terhebat sepanjang masa, memimpin dari belakang dengan karisma dan performa kelas dunia.
Michel Platini
1982-1987
Maestro lini tengah yang memimpin Juventus meraih sukses domestik dan Eropa, memenangkan tiga Ballon d'Or berturut-turut.
Roberto Baggio
1990-1995
Sang 'Divine Ponytail', penyerang elegan dengan kemampuan mencetak gol dan visi luar biasa.
Gaetano Scirea
1974-1988
Bek legendaris dan kapten, dikenal karena sportivitas, kepemimpinan, dan keahlian bertahannya.
Zinedine Zidane
1996-2001
Gelandang kreatif yang memukau dengan teknik dan kontrol bolanya, menjadi motor serangan Juventus di era 90-an akhir.
Andrea Pirlo
2011-2015
Playmaker jenius yang mendikte tempo permainan dengan umpan-umpan visioner dan tendangan bebasnya yang mematikan.
Berita & Storyline Terkini
Masa Depan Rabiot di Juventus Masih Tanda Tanya
Kontrak Adrien Rabiot akan segera berakhir dan pembicaraan perpanjangan kontrak masih menggantung, menimbulkan spekulasi mengenai masa depannya di klub.
Ketajaman Vlahović Jadi Harapan Juventus di Musim Mendatang
Performa Dušan Vlahović yang meningkat signifikan di paruh kedua musim menjadi harapan besar bagi Juventus untuk mengarungi kompetisi di musim depan.
Juventus Incar Bek Tengah Baru Untuk Perkuat Pertahanan
Manajemen Juventus dikabarkan sedang aktif mencari bek tengah baru di bursa transfer untuk memperkuat lini pertahanan menjelang musim baru.
Cedera Chiesa Awali Musim Dengan Tantangan Baru
Federico Chiesa mengalami cedera ringan saat sesi latihan pramusim, membuat awal musimnya sedikit terganggu dan membutuhkan pemulihan.
Allegri Fokus Perbaiki Konsistensi Tim
Pelatih Massimiliano Allegri menyatakan fokus utamanya adalah meningkatkan konsistensi performa tim di setiap pertandingan setelah beberapa hasil kurang memuaskan musim lalu.
Juventus Amankan Bintang Muda dari Akademi
Juventus telah memberikan kontrak profesional kepada beberapa talenta muda dari akademi mereka, menunjukkan komitmen klub terhadap pengembangan pemain muda.
Sponsor & Partner Resmi
Kit manufacturer, shirt sponsor, dan partner komersial utama klub musim ini.

